Setelah aplikasi XAMPP terinstall dan file wordpress telah didownload, langkah selanjutnya adalah membuat database MySQL yang akan digunakan pada saat
instalasi worpdress. Dalam tutorial belajar wordpress kali ini, kita akan
membahas langkah-langkahnya.
Jalankan Web
Server dan MySQL
Langkah pertama
yang harus kita lakukan adalah menjalankan Web Server Apache dan
aplikasi database MySQL. Kedua aplikasi ini
dijalankan dari jendela XAMPP Control Panel.
Jika jendela
XAMPP Control Panel belum terbuka, Silahkan pilih menu tersebut dari START->All Programs->XAMPP->XAMPP Control Panel.
Pada
tampilan XAMPP Control Panel ini, klik tombol Start pada
bagian Apache dan MySQL, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:
Setelah
indikator menjadi warna hijau pada background kedua modul tersebut, buka web
browser dan ketik alamat: localhost pada address bar dan tekan Enter.
Jika tidak
ada masalah, di dalam web browser akan tampil jendela home dari XAMPP. Selanjutnya, kita akan membuat database yang
akan digunakan oleh wordpress.
Cara Membuat
Database MySQL dengan Phpmyadmin
Setelah
XAMPP di localhost berhasil dijalankan, langkah berikutnya
adalah membuat database MySQL.
WordPress menggunakan database MySQL
untuk menyimpan seluruh settingan, artikel, dan komentar yang ada di dalam
situs web. Karena hal itulah kali ini kita akan membuat 1 buah database MySQL.
Untuk
membuat database MySQL, saya menggunakan aplikasi bawaan XAMPP, yakni Phpmyadmin. Phpmyadmin adalah aplikasi GUI (Graphical User Interface)
untuk MySQL yang berbasis web, sehingga kita bisa membuat, menghapus, dan
melakukan (hampir) semua perintah MySQL melalui tampilan web.
Di duniailkom, saya juga menyediakan tutorial dasar tentang MySQL,
tetapi diakses melalui command prompt yang
berbasis text/console.
Untuk
membuka Phpmyadmin, silahkan klik menu Phpmyadmin pada bagian Tools di halaman awal localhost, seperti gambar dibawah ini:
Selanjutnya
akan tampil halaman awal Phpmyadmin. Untuk membuat database baru, klik menu Databases pada bagian kiri atas halaman, seperti
gambar dibawah ini:
Di bagian
database ini, silahkan masukkan nama database yang ingin dibuat di kolom “Create database”. Anda bebas menggunakan nama database
apa saja, dalam contoh ini saya menggunakan nama database: wordpress_db. Saya menambahkan “_db” yang merupakan singkatan dari database. Hal ini hanya sekedar kebiasaan untuk
membedakannya dengan variabel lain, dengan membuat wordpress_db, saya bisa langsung mengetahui bahwa ini
adalah “database”.
Setelah
memberi nama database, kolom isian selanjutnya adalah “Collation”. Collation adalah
tatacara atau aturan penyusunan huruf, angka dan karakter dalam tabel database.
Anda bisa membiarkan pilihan ‘default’ yang ada: Collation, atau memilih utf8_general_ci.
Dari
dokumentasi wordpress di http://codex.wordpress.org/Glossary#Collation,
wordpress menyarankan menggunakan collation utf8_general_ci.
Silahkan pilih jenis collation ini, kemudian klik tombol “Create” untuk membuat database baru.
Beberapa
saat kemudian, akan muncul konfirmasi bahwa database “wordpress_db” telah berhasil dibuat. Anda bisa
memeriksanya dari daftar tabel database yang tersedia di dalam MySQL.
Setelah
database untuk wordpress berhasil kita buat, langkah berikutnya adalah memindahkan file
wordpress ke dalam folder htdocs XAMPP. Kita akan membahas hal ini
dalam tutorial berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar